Membaca dengan pelan

Ada tulisan yang selesai dibaca dalam beberapa menit, tetapi tinggal di kepala selama bertahun-tahun. Kita kembali mengingat satu kalimat, bukan karena kalimat itu rumit, melainkan karena ia menemukan sesuatu yang sudah lama kita rasakan.

Membaca dengan pelan memberi kesempatan pada pikiran untuk ikut bekerja. Kita berhenti, menghubungkan gagasan, dan membiarkan makna datang tanpa dipaksa.

Barangkali tujuan membaca bukan selalu mengumpulkan sebanyak mungkin halaman. Kadang, satu paragraf yang benar-benar kita pahami sudah cukup.

Tentang penulis

@whataboutmymind adalah pertanyaan yang terus muncul di kepala. Sedangkan gumam.my.id adalah tempatku menuliskan sebagian jawabannya. In this economy, juga ga menolak sumbangan uang asal tanpa syarat.