Aku yakin pertanyaan tersebut merupakan momok bagi semua orang tanpa memandang jenis kelamin dan tingkat kesempurnaan wajah. Dan momok itu akan semakin mengerikan pada masa masa libur lebaran di mana seluruh keluarga besar berkumpul dalam suatu acara, karena pertanyaan kapan kawin akan muncul bertubi tubi bak senapan perang.
Seorang gadis cantik nan rupawan seperti Raisa hingga cewek cewek yang wajahnya mirip dengan artis korea sebelum melakukan operasi plastik semuanya sama di mata pendukung rezim kapan nikah ini, ga ada pilih kasih, tidak ada pengecualian.
Dan ga hanya cewek, cowok ganteng maksimal pun ga akan mampu bersembunyi di balik kegantengan wajahnya untuk bisa menghindar dari pertanyaan tersebut, terlebih di WhatsApp group yang hampir 100% anggotanya mempunyai wajah yang biasa biasa saja, ga ada yang ganteng maksimal.
Jika dilakukan survey internal, aku optimis, sebagian besar anggota pernah atau bahkan hingga saat ini masih ditanya soal kapan nikah ini setiap kali bertemu dengan teman, saudara dan terlebih orang tua.
Tapi yang perlu diingat baik-baik, pertanyaan tersebut akan selalu muncul sehingga pertanyaan tersebut bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi dengan gagah perkasa, toh kita semua tahu, bahkan anggota JKT48 yang kece badai pun pasti mengalami hal yang sama.
Di WhatsApp group, aku menyadari bahwa pertanyaan kapan kawin merupakan pertanyaan yang seringkali bisa menjatuhkan mental seseorang, terlebih jika ia mempunyai paras rupawan tetapi belum berhasil mendapatkan pasangan untuk diajak naik ke pelaminan.
Pertanyaan yang kadang memunculkan perasaan apakah dirinya sedang ditimpa kutukan, hingga mempertanyakan jangan jangan selama ini dia salah membuka hati untuk pasangan, dan mulai berpikir untuk lebih memprioritaskan kasih sayang dan menomor duakan jenis kelamin.
I fear not the man who has practiced 10000 kicks once, but I fear the man who has practices one kick 10000 times
Oleh karena itu, di group futsal mendidik dan menggembleng anggota untuk lebih tegar dan percaya diri jika suatu saat ditanya soal kapan nikah.
Bruce lee pernah berkata “I fear not the man who has practiced 10000 kicks once, but I fear the man who has practices one kick 10000 times”, dan dasar filosofi itulah yang dijadikan pegangan untuk mendidik dan menggembleng anggota untuk menghadapi pertanyaan kapan kawin.
Kami berlatih secara terus menerus dengan pertanyaan yang kami percaya level menyebalkannya sama dengan pertanyaan kapan kawin. ada futsal ga?
Percaya deh, pertanyaan ada futsal ga, levelnya sama menyebalkannya dengan pertanyaan kapan nikah atau bahkan bisa lebih menyebalkan karena akan muncul tiap minggu, beda dengan kapan nikah yang bisa saja hanya muncul sekali dalam satu tahun yakni hanya pada saat lebaran.
Biasanya pertanyaan tersebut akan mulai muncul pada pertengahan minggu, hari rabu malam atau kamis, dan akan semakin sering frekuensi munculnya pada hari jumat dan sabtu pagi… ada futsal ga? Ada futsal ga? Ada futsal ga?
Ketika pertanyaan tersebut muncul, maka yang terjadi berikutnya adalah rentetan copy paste icon jempol yang berkepanjangan dan diikuti dengan list daftar nama siapa saja yang akan hadir pada futsal sabtu malam tersebut.
Ga berhenti sampai di situ, ketika jumlah yang akan hadir sudah memenuhi kuota minimal untuk bermain futsal, maka rentetan copy paste berkepanjangan akan kembali terjadi. Kali ini terror copy paste tersebut akan ditujukan kepada ketua yang isinya adalah perintah untuk booking lapangan.
Dan sudah beberapa kali terbukti, berkat seringnya pertanyaan ada futsal gak muncul di WhatsApp group, sudah banyak anggota yang dengan sangat percaya diri bisa menjawab pertanyaan kapan nikah.
Dalam masa keikutsertaan aku yang baru satu tahun, terhitung sudah ada empat orang anggota yang bisa menjawab pertanyaan kapan nikah dengan mengirimkan undangan pernikahan. Sebuah catatan prestasi yang cukup baik menurutaku.
Jika aku amati, anggota yang sudah berhasil mengirimkan undangan pernikahan adalah mereka mereka yang paling banyak diteror dengan pertanyaan ada futsal ga dan perintah untuk booking lapangan. Dan jika dirunut lebih jauh, maka posisi ketua dengan tugas untuk booking lapangan adalah posisi yang paling menunjang agar cita cita untuk mempersunting pasangan dan naik ke pelaminan bisa segera terwujud.
Dari sini, aku menyarankan bagi anggota yang ingin segera menikah, sebaiknya mengajukan diri secara sukarela untuk menjadi ketua dan booking lapangan tiap akhir pekan.