Baru beberapa tahun ini aku menyadari bahwa cara membuat cewek ketawa itu beda banget dengan yang aku pikirkan sebelumnya. Terutama cara yang ga cuma bikin cewek ketawa, tapi juga makin naksir sama kita.
Dalam jangka waktu yang lama, aku pernah yakin bahwa komedi atau joke-joke yang bikin temen-temen cowok aku ngakak akan secara alamiah membuat cewekk-cewekk idaman aku terbahak-bahak.
Bukankah masuk akal asumsi aku tadi? Bukankah komedi harusnya memang universal? Lihat deh acara-acara komedi. Penontonnya luas banget. Cowo cewek tua muda.
Tapi saat aku mulai memperhatikan apa sih yang sebenernya bikin cewek ketawa, aku mulai menyadari beberapa hal.
Joke-joke sarkas tapi cerdas yang biasanya bikin temen cowok ngakak jarang banget dianggep lucu sama cewek-cewek.
Komedi-komedi yang nyrempet” ke hal-hal porno seringnya malah bikin cewek ilfil.
Beberapa temen yang jokenya itu sebenernya garing banget menurut aku, eh malah sering dapet reaksi paling sip di sekitar cewek-cewek.
Cewe jarang sekali menilai dari orisinalitas ataupun tingkat intelektual humor seperti teman-teman cowok aku lakukan.
Lalu, apa yang dianggap LUCU oleh cewek?
Sekitar 8 tahun lalu, aku mulai serius untuk menemukan apa sih yang salah dalam interaksi aku dengan cewekk. Lalu, aku diberi saran untuk meledek cewekk.
Salah paham dengan saran tersebut, aku malah jadi sering nge-bully cewek supaya dia naksir. Aku menggunakan kata-kata kasar yang seringnya sampai “melecehkan” cewekk secara verbal.
Lebih parah lagi beberapa cewek bener-bener menikmatinya. Sebagian kecil cewek itu seneng banget dengan joke atau ledekan aku yang sebenarnya ekstrim itu. Jadilah aku menganggap bahwa inilah guyonan yang tepat untuk membuat cewekk naksir. Aku mulai untuk menggunakan jenis ledekan yang sama untuk semua cewekk yang aku temui. Berharap mereka semua akan tergila-gila padaku.
Dan aku pun gagal total.
Yang belum aku sadari waktu itu adalah sebagian kecil yang sangat kecanduan guyonan aku itu, meskipun cantik, sebenarnya tipikal cewekk tomboy. Mereka punya sisi maskulin yang lebih dibanding cewek-cewek lain dan tentunya tidak mewakili keseluruhan tipe cewekk.
Aku hampir menyerah waktu itu. “Duh, kok masih salah sih?”
Sampai aku melihat kawan aku yang begitu enjoy bercanda dengan cewek-cewek.
NOTE: Dia bukan cowok ngondek. Yang jelas, aku sempat bingung kenapa joke-joke dia yang garing dan jayus, eh malah bikin ngakak cewek-cewek dan, dia jarang nyeplos omongan yang bikin cowok-cowok ketawa.
Saat mengamatinya, aku tahu ternyata respon cewek dengan joke garing itu mencengangkan!
Wanita-cewekk di sekelilingnya berada dalam suasana hepi permanen. Yah… Ga selalu ngakak tapi SELALU ada ekspresi senyum dan bahagia di wajah-wajah cantik mereka.
Dan karena penasaran, aku mulai melihat lebih teliti, mendengar lebih tajam, “Apa sih yang sebenernya dia lakukan?”. Aku menemukan bahwa ternyata rahasianya sangat sederhana. Terlalu sederhana sampai susah dipercaya.
Kawan aku itu hanya becanda SAMA PERSIS seperti jaman kita SD dulu. Tidak ada joke-joke hasil nonton stand up comedy di tivi atau baca “100 SMS Humor untuk Gebetan” yang kini mulai ditinggalkan.
Ya, ada sih beberapa. Tapi hanya selingan. Dia lebih sering memakai style anak kecil. Dan apa yang menyenangkan dari anak kecil? Mereka bisa rangkul-rangkulan, lari-lari, cubit-cubitan, tapi tetep fun! Tanpa si cewek merasa kamu cowokk gatel.
DAN, sesekali dia melakukan becanda yang memang menggoda. Mengalirkan aliran “seksi” sedikit demi sedikit. Tanpa dia sadari, cewekk tersebut makin doyan dengan kawan aku. Bila mau, kawan aku pasti bisa mengajaknya berkencan… dengan sangat mudah.
Pada saat itulah aku sadar bahwa yang dibutuhkan cewekk bukan funny, tapi FUN. Lebih tepatnya, fun yang SEKSI.
Fun saja membuat kamu dianggap teman. Kamu akan masuk ke Friend zone. Bukan itu yang kamu inginkan bukan?
Aku pernah tersesat dengan terus-terusan mencari joke one-liner yang nge-kill banget, yang (aku harap) membuat aku “Raja Komedi” dan membuat pendengar kagum dengan orisinalitas dan kecerdasan aku.
Aku lupa bahwa…
Cewe ga “selucu” itu. Cewe ga peduli soal orisinalitas, kecerdasan, atau joke yang “tajem”.
Mereka hanya ingin have fun. Dan juga merasa sensual.
Mereka ga ingin berpikir. Kalo joke-jokemu membuat mereka berpikir terlalu banyak, kamu mungkin akan mencabut state happy dari hati mereka.
Dan mereka ga akan bisa merasa “terangsang” kalau mereka tidak bisa fun dan enjoy dengan diri mereka.
Kalau kamu memiliki masalah dalam membuat cewek tertawa, maka langkah pertama kamu adalah melihat sekeliling dan perhatikan apa yang SEBENARNYA mereka tertawai.
Kamu akan mulai ngeh kalau mereka lebih suka nonton komedi romantis yang konyol ketimbang komedi-komedi “dark” yang merangsang otak kamu.
Kamu akan tahu mereka ga peduli soal kualitas joke kamu. Yang penting lucu dan bikin ketawa.
NOTE: Jangan sekali-kali ngebadut atau ngebanci. Buat mereka tertawa BERSAMA Anda. Bukan menertawai kamu.